Konflik Lahan Memanas: Penembakan dan Pembacokan Terjadi di Pino Raya

Benda yang terlihat menyerupai senjata api jenis revolver tampak tergeletak di atas tanah di area perkebunan di Pino Raya usai terjadinya keributan.

IMG-20251124-WA0039

Bengkulu Selatan — Bentrokan antara warga dan pihak perusahaan kembali terjadi di kawasan perkebunan sawit PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS) di Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, Senin (24/11/2025). Berdasarkan laporan awal, insiden berlangsung sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 WIB dan menyebabkan enam warga mengalami luka tembak serta satu petugas keamanan perusahaan mengalami luka bacok.

Peristiwa kekerasan ini dipicu ketika sekitar 60 warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pino Raya (FMPR) menghentikan aktivitas pembukaan jalan yang dilakukan sekitar 10 pekerja PT ABS di area kebun yang masih menjadi objek sengketa. Cekcok kemudian memanas hingga berujung penembakan yang diduga dilakukan oleh pihak sekuriti perusahaan, serta pembacokan yang terjadi dalam keributan di lokasi.

Korban Luka, berrdasarkan data identitas dalam laporan lapangan, korban terdiri dari:

Pihak Warga FMPR

Buyung Saripudin (74) – luka tembak di bagian perut kanan bawah, dirujuk ke RS M. Yunus Bengkulu

Linsurman (41) – luka tembak di lutut kanan

Edi Susanto (37) – luka tembak serempet di bagian rusuk kiri

Edi Hermanto (48) – luka tembak di paha kanan, dua lubang

Suhardin (60) – luka lecet pada paha kiri

Pihak Keamanan PT ABS

Apriki (35) – mengalami tujuh luka bacok pada bagian punggung

Tidak terdapat korban meninggal dunia dalam kejadian ini. Kerugian materiil juga dilaporkan nihil.

Saksi di Lokasi

Dua saksi yang tercatat dalam laporan yakni:

Iwan (45) – Kepala Desa di wilayah Pino Raya

Eko Maryanto (47) – karyawan lapangan PT ABS

Konflik Lahan Sudah Berjalan Lama

Catatan laporan menyebutkan bahwa konflik agraria antara masyarakat Pino Raya dan PT ABS telah berlangsung lama. FMPR mengklaim lahan yang dikelola PT ABS merupakan milik warga, sementara pihak perusahaan tetap menjalankan aktivitas operasional.

Polres Bengkulu Selatan telah menangani kasus ini dan melakukan langkah penanganan lanjutan. Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun manajemen PT ABS terkait eskalasi insiden di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *