Penembakan Petani di Pino Raya: Konflik Agraria Memanas, Lima Warga Jadi Korban

Situasi memanas di lokasi sengketa lahan antara warga dan PT Agro Bengkulu Selatan

69240e9d1891c_1

BENGKULU SELATAN — Konflik agraria antara warga dan pihak perusahaan kembali memanas di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, pada Senin (24/11/2025). Insiden penembakan terjadi dan menyebabkan lima orang petani menjadi korban.

Kejadian bermula ketika warga menemukan bulldozer milik PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) kembali merusak tanaman pertanian yang berada di lahan yang masih menjadi sengketa. Aksi protes warga kemudian memicu ketegangan dengan pihak perusahaan.

Dalam situasi tersebut, seorang petugas keamanan perusahaan berinisial Ri diduga melepaskan tembakan dan mengenai seorang petani bernama Buyung tepat di bagian dada. Setelah menembak, pelaku dilaporkan melarikan diri sambil melepaskan tembakan secara acak yang kemudian melukai empat petani lainnya, yakni: Linsurman, Edi Hermanto, Santo, Suhardin.

Seluruh korban segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Sejumlah korban dilaporkan mengalami luka serius akibat tembakan.

Peristiwa ini mempertegas eskalasi konflik berkepanjangan antara warga Pino Raya dan PT ABS. Warga sebelumnya telah berulang kali melaporkan kerusakan tanaman akibat aktivitas perusahaan, namun belum ada penyelesaian yang jelas. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan warga serta potensi konflik yang semakin membesar apabila tidak segera ditangani oleh pihak berwenang.

Warga mendesak pemerintah daerah, aparat keamanan, dan otoritas terkait untuk turun tangan guna menghentikan kekerasan, memastikan perlindungan masyarakat, serta menyelesaikan sengketa lahan secara adil dan transparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *