Ketua DPD RI : Sultan Dorong Kerja Sama Sister City Bengkulu–London untuk Perkuat Pariwisata Berbasis Sejarah
BENGKULU – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan B. Najamudin, mendorong terwujudnya kerja sama Sister City antara Kota Bengkulu dan Kota London, Inggris, sebagai langkah strategis dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis sejarah sekaligus memperluas peluang investasi dan kerja sama internasional.
Gagasan tersebut mengemuka saat Sultan melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Bengkulu pada Selasa (21/7/2026). Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan di Kota Bengkulu.
Sultan menjelaskan, terdapat sejumlah peluang kerja sama strategis yang dibahas bersama Pemerintah Kota Bengkulu, terutama yang berkaitan dengan pengembangan potensi daerah dan peningkatan daya saing kota.
“Ada beberapa poin penting yang kami bahas dalam pertemuan tadi, khususnya terkait peluang kerja sama strategis yang dapat memberikan manfaat bagi kemajuan Kota Bengkulu,” ujar Sultan.

Menurutnya, salah satu gagasan yang mendapat perhatian adalah usulan kerja sama Sister City antara Kota Bengkulu dan Kota London. Kerja sama tersebut dinilai memiliki relevansi kuat mengingat hubungan historis Bengkulu dengan Inggris yang telah berlangsung sejak masa kolonial.
“Salah satu gagasan yang kita bahas adalah kerja sama Sister City antara Kota Bengkulu dan Kota London. Ini merupakan langkah strategis untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis sejarah yang menjadi salah satu kekuatan utama Bengkulu,” kata Sultan.
Ia menambahkan, Bengkulu memiliki berbagai situs bersejarah yang berkaitan erat dengan Inggris, seperti Benteng Marlborough dan sejumlah peninggalan sejarah lainnya yang menjadi bagian penting dari perjalanan daerah tersebut.
“Keberadaan Benteng Marlborough dan jejak pemerintahan Inggris di masa lampau merupakan aset sejarah yang sangat berharga. Potensi ini perlu dikembangkan melalui kerja sama internasional yang saling menguntungkan,” tegasnya.
Selain mendukung sektor pariwisata, Sultan meyakini kerja sama Sister City juga dapat membuka peluang yang lebih luas di bidang investasi, pendidikan, kebudayaan, hingga pertukaran sumber daya manusia.
“Kami berharap gagasan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bengkulu maupun pemerintah pusat sehingga dapat direalisasikan. Kerja sama ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor pembangunan daerah,” tambah Sultan.

Sementara itu, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Bengkulu untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam mengembangkan potensi daerah, termasuk sektor pariwisata sejarah yang selama ini menjadi salah satu identitas Kota Bengkulu.
“Pariwisata sejarah merupakan salah satu ikon Kota Bengkulu yang memiliki nilai strategis untuk terus dikembangkan. Kami berharap sinergi ini dapat ditindaklanjuti sehingga kerja sama Sister City antara Kota Bengkulu dan Kota London dapat terwujud,” ujar Dedy.
Melalui kolaborasi internasional tersebut, Kota Bengkulu diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata sejarah bertaraf internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.
